Dunia Bisnis Online

Aqiqah sebagai acara penyembelihan domba atau kambing untuk bayi yang sudah lahir. Salah satunya makna penerapan aqiqah sebagai bentuk rasa sukur orang pada Allah SWT berkaitan anugerah bayi yang telah diberikan-Nya. Hukum aqiqah ialah sunah muakad, yakni sunnah yang sangat disarankan. Itu memiliki arti bila dilaksanakan akan mendapatkan pahala tapi tidak berdosa bila tidak dilakukan.

Beribadah aqiqah sangat ditegaskan realisasinya, terkhusus untuk orang yang memiliki kekuatan dan keluasan rejeki. Untuk saat realisasinya, aqiqah baiknya dikerjakan pada hari ke-7 setelah lahirnya anak. Tetapi dapat diundur bila belum sanggup. Makna aqiqah sendiri banyak, baik untuk sang anak sendiri, untuk ke-2 orangtua, atau untuk sanak saudara dan tetangga. Berikut akan diuraikan 5 salah satunya:

1. Sebagai Upaya Menghidupkan Sunnah dan Panutan Rasul

Penerapan akikah bisa dilihat sebagai usaha hidupkan sunnah dan panutan dari Rasulullah SAW. Hal itu karena Rasulullah SAW pernah mengamanahkannya dalam suatu hadits yang diriwayatkan Bukhari dari Salman bin Amir Addhabi. Pada hadits itu, Nabi Muhammad memerintah supaya manusia menumpahkan darah sembelihan bertepatan dengan kelahiran seorang bayi. Selanjutnya bersihkan kotorannya dengan menggunting rambut bayi itu.

Selain itu, aqiqah dipandang seperti langkah untuk mengikuti cerita Nabi Ibrahim. Pada cerita Nabi Ibrahim ini, beliau punya niat menyembelih putranya sendiri sebagai bentuk ketaatannya pada perintah Allah yang didapat dalam mimpinya. Tetapi pada akhirannya Allah menukar putra Nabi Ibrahim yang hendak disembelih, yakni Nabi Ismail, dengan satu ekor kambing.

2. Penerapan Aqiqah Dapat Melepaskan Bayi dari Ketergadaian

Berdasar syariat islam, semua bayi itu telah tergadaikan lewat aqiqahnya. Pada suatu hadits yang diriwayatkan Abu Dawud, ketergadaian ini terjadi dengan disembelihkan kambing untuk bayi itu pada hari ke-7 setelah kelahirannya. Selanjutnya rambut bayi itu dicukur lalu pada hari yang serupa bayi diberi nama.

Disamping itu, makna penerapan aqiqah ialah orangtua bisa membayar utang anak dari pemberian syafaat untuk orang tuanya. Hal itu sama sesuai dengan yang disebutkan Imam Ahmad . Maka, sesudah di aqiqah, seorang anak dapat menghadiahkan syafaat untuk orang tuanya kelak pada hari akhir.

3. Menghindari Anak dari Setan yang Laknat

Seorang bayi bisa juga terlepas dari masalah setan saat bayi itu sudah tergadaikan lewat aqiqahnya . Maka, bayi yang telah di aqiqah insya Allah dapat semakin terlindung dari masalah setan yang laknat. Ini sempat juga diterangkan Al-Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah mengenai makna penerapan aqiqah awalnya.

4. Sebagai Bentuk Taqarrub atau Pendekatan Diri dan Wujud Rasa Sukur pada Allah

Seperti telah disebut awalnya, jika salah satunya makna penerapan aqiqah sebagai wujud rasa sukur untuk Allah SWT. Rasa sukur yang diartikan ialah rasa sukur berkaitan karunia kelahiran seorang bayi pada sebuah keluarga. Aqiqah berperanan sebagai fasilitas tampilkan rasa suka yang karena oleh pertambahan umat islam. Lepas dibanding itu, aqiqah dapat disimpulkan sebagai bentuk taqarrub atau pendekatan diri pada Allah dan bukti ketaatan dalam jalankan perintah-Nya.

5. Memperkuat Persaudaraan di Warga

Acara aqiqah dapat memperkuat tali ukhuwah atau persaudaraan dalam warga. Hal itu karena aqiqah dilaksanakan dengan mengundang beberapa orang, terhitung sanak saudara dan beberapa tetangga. Lewat tatap muka berikut diharap warga bisa bergabung dan sama-sama bercakap-cakap keduanya.

Demikian 5 makna penerapan aqiqah yang penting dipahami kaum muslim. Islam sendiri selalu mengajari tindakan yang bagus dan memiliki kandungan sejuta makna. Oleh karenanya, hindarilah semua larangan Allah dan patuhilah semua perintah-Nya, terhitung mengaqiqahi seorang bayi. Walau maknanya jarang-jarang dijumpai orang, tapi pada realitanya makna aqiqah memang banyak. Bahkan juga semakin banyak dari yang sudah disebut barusan.

Kunjungi website: Jasa Aqiqah Jakarta