Dunia Bisnis Online

Korea Selatan memang kaya budayanya yang unik dan bermacam. biodata member treasure satu diantaranya ialah musik K-pop. Korean pop atau yang lebih dikenali dengan K-pop ialah jenis musik terkenal asal Korea. Umumnya musik-musik yang berkategorikan dalam jenis K-pop di inspirasi dari tipe style musik yang lain seperti musik pop Barat, rock, jazz, R&B, elektronik, dan hip-hop.

Memahami Fenomena K-pop di Indonesia

Wujud lebih kekinian dari jenis ini dikenalkan oleh group K-pop yang datang pada 1992, Search engine optimization Taiji and Boys. Musik-musik yang group ini suguhkan menolong dalam pembangunan ulangi dan modernisasi pola musik di Korea Selatan.

Pertama kali

Kesukaan akan musik ini sebelumnya sebenaranya dibawa masuk oleh drama-drama yang telah lebih dulu tampil di monitor kaca Tanah Air. Salah satunya K-drama yang terpopuler pada periodenya ialah Full House yang diperankan oleh Rain dan Song Hye Kyo.

K-drama berikut yang selanjutnya buka pintu untuk Korean wave atau gelombang hallyu yang menerpa Indonesia, terhitung K-pop didalamnya.

Di awal tahun 2000-an penggemar K-pop di Indonesia masih terhitung sedikit walau telah terserang agresi. Baru sekitaran tahun 2011, industri K-Pop mulai melirik kekuatan pasar di Indonesia dan gelombang hallyu juga semakin berasa.

Konser group K-pop, Super Junior bertema Super Show 4 pada April 2012 jadi momen luar biasa yang mengidentifikasi ledakan demam K-pop di Indonesia. Semenjak itu, Indonesia jadi negara harus penghentian tour Asia mereka. Sebutlah saja beberapa nama seperti 2PM, BIGBANG, 2NE1, sampai BTS yang turut melangsungkan pentas di sini.

Peristiwa boy band

Semenjak breakthrough-nya pada 2011, K-pop jadi jenis musik yang banyak disukai warga Indonesia. Penggemar K-pop memang lebih beberapa wanita muda, lalu kenapa musik ini dapat sedemikian digemarinya?

“Mereka good looking, jago menari di atas pentas, dan visualnya diatur dengan sangatlah baik . Maka, paketannya memang dibikin menarik,” ungkapkan pemerhati musik sekalian Editor in Chief majalah Rolling Stone, Adib Hidayat saat diinterviu oleh Rappler. pada Kamis, 7 September 2017.

Bila disaksikan, sebagian besar aktris K-pop yang disukai orang Indonesia sebagai boy band atau beberapa lelaki yang bergabung pada sebuah group. Selainnya factor yang sudah diterangkan oleh Adib, bukti jika mereka boy band bisa menjadi salah satunya argumen kenapa musik asal Korea Selatan ini demikian disukai.

Peristiwa boy band ini sebetulnya bukan hal yang baru. Menurut Adib, dari jaman dulu boy band telah ada. Tiap angkatan mempunyai boy band yang lain dan disukai.

“Mulai dari dahulu The Beatles juga terhitung boy band, cuman perbedaannya mereka dapat bermain alat musik. Lantas di angkatan-generasi seterusnya ada NSYNC, selanjutnya ada Backstreet Boys, dan ada pula Westlife. Penggantian zaman pasti selalu ada boy band baru,” terangnya selanjutnya.

Tetapi yang membuat peristiwa ini berlainan ialah ini kali boy band yang digemari ada dari Korea Selatan. Adib beri pujian pengembangan industri K-pop yang mengagumkan sampai sentuh audience di Barat. Dia ambil contoh boy band K-Pop yang bernama telah go-international, BTS, yang seringkali dikabarkan oleh media khusus musik asal dari Amerika Serikat, Billboard.

Adib memerhatikan, tiap Billboard tuliskan informasi berkenaan BTS, tanggapan warga benar-benar mengagumkan. Yang me-retweet informasi itu dapat sampai beberapa puluh ribu pemakai Twitter. Ini pasti jadi media itu sebagai penelitian atau survey pasar, tanggapan mengagumkan itu mengisyaratkan demam Korea telah menulari dunia Barat juga.

K-pop sebagai cerminan jati diri

Sama dengan beberapa hal yang lain, kesukaan akan satu jenis musik tertentu juga bisa disebutkan subyektif, bergantung setiap orang. Namun K-pop sukses membuat sebagian besar warga menyukainya.

Musik K-pop memang tawarkan beberapa lagu yang simpel, menarik, dengan beat cepat, dan nada-nada catchy seperti musik begenre pop secara umum.

“Yang diaplikasikan itu suplai and permintaan, pasar penginnya tipe musik seperti apakah. Sebetulnya yang berjalan hukum ekonomi umum saja,” papar Adib saat ditanyakan berkenaan argumen musik K-pop benar-benar dicintai beberapa orang.

Hukum ekonomi itu berlaku untuk kerangka musik K-pop, jenis yang relatif baru di dunia. Permintaan warga akan beberapa lagu asal Korea Selatan ini tinggi, karena itu suplai yang didatangkan juga banyak dan bermacam.

Bila jadi perhatian tidak cuma jenis musik K-pop yang banyak memiliki penggemar fanatik. Jenis-genre lain seperti jazz atau hip-hop sebetulnya mempunyai fanatisme tertentu. Dalam masalah ini Adib ambil contoh penggemar-fans musik heavy metal yang mengasosiasikan diri mereka dengan musik keras dan performa gahar. Musik itu pada akhirnya jadi jati diri mereka.

Bahkan juga dengan bahasa pertemanan juga, mereka tidak enggan-segan mempresentasikan jenis yang mereka sukai, contoh dengan style kenakan pakaian. Dengan suka hati, mereka menggambarkan musik yang mereka sukai.

“Ini mengisyaratkan jika musik jadi keberadaan diri mereka. Saya sukai K-pop, karena itu saya ada,” papar Adib.

Fanatisme tinggi

Sama seperti yang sudah diulas awalnya, selainnya K-pop ada beberapa jenis yang mempunyai fanatismenya sendiri. Tetapi, sensasi penggemar pujaan Korea memang tidak dapat disangkal. Euforia mereka demikian mengagumkan. Faktanya ialah tempat konser K-pop umumnya mulai dipenuhi semenjak pagi hari, dan di lokasi konser juga jumlah penggemar yang datang berulang-kali lipat semakin banyak.

Saat konser telah jalan, banyak penggemar yang beli merchandise yang memperlihatkan representasi boy band pujaan mereka. Pekikan beberapa fans penuhi tempat konser saat pujaan mereka sudah naik ke atas pentas.

Menurut Adib, argumen fans K-pop kelihatan lebih fanatik dari fans jenis musik yang lain ialah karena segmentasi pasar yang lain.

“K-pop kemungkinan lebih fanatik karena target mereka memang anak-anak kecil yang pemikirannya gampang dipengaruhi,” terang Adib.

Trend yang bakal tahan lama

Bila boy band sendiri telah ada lama dan terus berevolusi dan ganti bersamaan jaman, apa hal tersebut berlaku untuk jenis musik ini? Mungkinkah K-pop akan terkikis dan cuman jadi trend sementara saja?

Menurut Adib, penggantian cuman akan terjadi di aktor musiknya saja, sedang musik K-pop tersebut kemungkinan tetap sustain.

Contoh penggantian dia deskripsikan dengan misalnya bertanya pada anak jaman saat ini berkenaan siapa angkatan K-pop sebelumnya, kemungkinan mereka tidak akan perduli dan tidak akan mengetahui dengan lagu-lagunya. Karena itu penggantian aktor atau pujaan K-pop terus berguling.

Adib menyaksikan ada segmentasi antara beberapa penggemar K-pop. Ada yang menyenangi cuman satu group saja, ada yang beberapa, dan ada yang menyenangi semua. Menyukai K-pop tidak berarti menyenangi semua aktris yang dinaunginya.

Ini, untuk Adib, dikuasai oleh zaman serba digital yang menerpa dunia musik.

“Band-band jaman dahulu secara pengenalan akan kreasinya berlainan dengan saat ini, musik-musik jaman dahulu mempunyai mekanisme promosi yang terukur. Zaman digital itu membuat semuanya serba instant. Setiap saat secara berbarengan ada lagu baru, album baru, group band baru. Ini membuat satu kreasi saja sulit dikenang,” ungkapkan Adib.

Dampaknya pada industri musik Indonesia

Musik K-pop yang dapat mengambil sedemikian banyak hati pencinta musik Nusantara, memengaruhi kondisi industri musik. Sama seperti yang telah disebutkan Adib awalnya, ada suplai and permintaan. Pasar yang inginkan musik sejenis K-Pop melahirkan beberapa boyband Indonesia yang di inspirasi dari Korea Selatan.

“Tiga sampai 4 tahun lalu sempat ramai, ya. Banyak yang ikutan jadi aktris K-pop, karena sangat jumlahnya sampai telah lupa beberapa namanya. Namanya saja lupa, apa lagi judul lagunya, ini mengisyaratkan kreasi mereka melalui demikian saja,” papar Adib.

 

Menurut Adib, trend terus akan jalan walau ada penggantian barisan. Trend secara jenis K-pop akan ada selalu dan memengaruhi warga Indonesia, cuman kelompoknya yang selalu baru dan berlainan.