Dunia Bisnis Online

Wireless charging atau yang lebih dikenal dengan “wireless charging” mulai menggunakan perangkat pintar saat ini seperti telepon seluler dan jam tangan pintar.

Teknologi yang dapat digunakan seperti sulap mungkin menawarkan fitur yang akan datang yang memungkinkan pengguna untuk mengisi daya perangkat tanpa perlu sambungan kabel.

Namun, pengisian daya nirkabel bukanlah teknologi baru karena telah ada sejak 1894 ketika M. Hutin dan M. Le-Blanc mengusulkan perangkat dan metode untuk mengendarai kendaraan listrik.

Bagaimana cara kerjanya? Apakah teknologi ini aman digunakan? Beri tahu kami apa itu nirkabel, agar Anda tahu apa saja kelebihan dan kekurangannya saat menggunakannya.

Mengenal Apa Itu Wireless Charging

Pengisian nirkabel kini memiliki banyak nama. Teknologi wireless charging ini juga disebut dalam beberapa istilah seperti charger induktif dan wireless charging.

Yuk dapatkan software koperasi pada tautan tersebut, selain itu juga tersedia aplikasi koperasi yang bisa kamu nikmati, silahkan bisa di klik.

Sesuai dengan namanya, teknologi ini menawarkan transfer energi listrik dari catu daya ke perangkat tanpa sambungan kabel melalui micro USB, USB Type-C, atau port flash.

Saat mengisi daya perangkat, pengguna cukup mendekati pemancar pengisian daya, yang umumnya dapat berupa bantalan pengisi daya, penyangga, atau stasiun.

Stopkontak biasanya dipasang di sana dan setelah itu secara otomatis akan memulai proses pengisian baterai ketika pemancar terhubung ke catu daya.

Tapi saat ini, jangan salah paham. Meski diterjemahkan memasukkan istilah “nirkabel”, bukan berarti teknologi pengisian daya nirkabel sebenarnya bisa digunakan tanpa menggunakan kabel.

Agar ini berfungsi, teknologinya masih membutuhkan kabel seperti pengisian daya konvensional. Namun terdapat sedikit perbedaan karena interface tersebut tidak lagi berupa port USB yang perlu dihubungkan secara langsung melainkan berupa komponen transmitter dan receiver.

Oleh karena itu, pengguna tidak perlu mencolokkan kabel ke perangkat, tetapi hanya karena pemancar dan penerima cukup dekat untuk membuat sambungan dan mengirimkan daya.

Prinsip Kerja Wireless Charging

Di sekolah mungkin pernah mendengar istilah “induksi elektromagnetik”, yaitu fenomena munculnya gaya gerak listrik akibat perubahan fluks magnet pada kumparan.

Fluks dapat diartikan sebagai garis yang dibentuk oleh medan magnet di lapangan. Sedangkan gaya gerak listrik menunjukkan adanya beda potensial antara kedua kutub yang dapat mempengaruhi muatan listrik.

Seperti halnya generator dan dinamo, teknologi pengisian nirkabel juga menggunakan fenomena induksi elektromagnetik ini, tetapi tidak untuk menciptakan sumber listrik tetapi sebagai metode transfer daya.

Pengisian nirkabel umumnya menggunakan dua kumparan dalam hal ini. Yang pertama adalah pemancar medan magnet, sedangkan yang kedua menahan perubahan fluks untuk memicu gaya gerak listrik.

Untuk menghasilkan perubahan fluks magnet pada sistem, teknologi wireless charging tidak menggunakan gerakan mekanis yang biasa digunakan pada generator atau dinamo.

Alih-alih memanfaatkan pergerakan benda seperti memutar kumparan, teknologi pengisian daya futuristik ini menyemprotkan rangkaian elektronik yang dapat menciptakan osilasi (pergantian periodik) medan magnet pada pemancar.

Osilasi medan magnet pemancar akan mempengaruhi perubahan fluks pada kumparan kedua sehingga dapat menumbuhkan gaya gerak listrik dan dapat langsung mengisi daya listrik ke baterai atau rangkaian yang ada di perangkat.

Dalam industri seluler saat ini, sebagian besar perusahaan (termasuk Apple, Asus, Google, HTC, Huawei, LG Electronics, Motorola Mobility, Nokia, Samsung, BlackBerry, Xiaomi, dan Sony) menggunakan teknologi pengisian daya nirkabel melalui standar yang disebut Qi.

Standar Qi Wireless Charging

Qi Wireless Charging adalah standar antarmuka teknologi pengisian daya nirkabel berdaya rendah untuk perangkat kecil yang dikembangkan oleh Wireless Power Consortium, sebuah konsorsium perusahaan teknologi multinasional di bidang pengisian daya nirkabel.

Standar yang dimulai tahun 2009 ini mendukung pengisian nirkabel hingga jarak 4 cm dengan perangkat khusus yang disebut Base Station untuk pemancar dan Perangkat Seluler sebagai penerima.

Adapun kemampuan pengisian daya yang ditawarkan, setiap perangkat mungkin berbeda-beda tergantung versi yang digunakan. Dalam artikel yang diterbitkan pada tahun 2021 ini, setidaknya ada lima versi Pengisian Nirkabel Q terkait hal ini.