Dunia Bisnis Online

Pengertian Daftar Hitam Nasional

Pengertian Daftar Hitam Nasional

Sudah pernahkah Anda dengar mengenai Daftar Hitam Nasional (DHN)? Bila belum, karena itu Anda harus pahami apakah itu DHN untuk menahan berlangsungnya hal yang tidak diharapkan saat lakukan transaksi bisnis keuangan.

Menurut ketentuan yang diedarkan oleh Bank Indonesia, DHN ialah info tentang identitas pemilik rekening yang lakukan penarikan check dan/atau bilyet giro kosong yang berjalan secara nasional.

Pembayaran dengan memakai check dan/atau bilyet giro ini lebih nyaman dan aman bila dibanding dengan uang kontan. Sayang, pada praktiknya ada banyak faksi tidak bertanggungjawab yang memberinya check dan/atau bilyet giro kosong sebagai sistem pembayaran atau transaksi bisnis.

Check dan/atau bilyet giro kosong sebagai check dan/atau bilyet giro yang diperuntukkan ke pemegang, baik lewat kliring atau loket bank langsung, tetapi ditampik pembayarannya oleh bank dengan argumen rekening giro sudah ditutup atau saldo pada rekening kurang cukup.

DHN sebagai salah satunya usaha yang sudah dilakukan Bank Indonesia untuk menahan tersebarnya check dan/atau bilyet giro kosong dengan berlakukan peraturan dan pengenaan ancaman yang lebih seimbang. Bank Indonesia memutuskan persyaratan yang lebih ketat dan memberinya lingkup efektifitas ancaman yang bertambah luas dalam rasio nasional.

Kapan DHN diterapkan?

Peraturan mengenai DHN diputuskan pada 1 Juli 2007 lewat penerbitan Ketentuan Bank Indonesia Nomor 8/29/PBI/2006 tanggal 20 Desember 2006 mengenai Daftar Hitam Nasional Penarik Check dan/atau Bilyet Giro Kosong dan Surat Selebaran Bank Indonesia Nomor 9/13/DASP tanggal 19 Juni 2007 hal Daftar Hitam Nasional Penarik Check dan/atau Bilyet Giro Kosong.

 

Bagaimana pemilik rekening dapat masuk DHN?

Pemilik rekening check dan/atau bilyet giro kosong akan ditempatkan ke DHN bila:

Faksi yang berkuasa dalam memutuskan identitas pemilik yang masuk ke DHN ialah Bank Tertarik, yakni bank yang terima perintah pembayaran atau perintah pemindahbukuan atas beberapa dana penarik dengan memakai check dan/atau bilyet giro, lewat mekanisme self assessment.

DHN selanjutnya dengan cara resmi diedarkan oleh Sisi Kliring Jakarta di bawah lindungan Bank Indonesia lewat Mekanisme Info Daftar Hitam Nasional, atas dasar laporan yang dikirimkan oleh Bank Tertarik lewat cara online.

Imbas DHN pada pemilik rekening

Saat identitas seorang dengan cara resmi tercantum dalam DHN, karena itu ada banyak resiko yang perlu dijamin. Mereka akan dikenai ancaman pembekuan hak pemakaian check dan/atau bilyet giro sepanjang satu tahun semenjak tanggal penerbitan DHN oleh Bank Tertarik dan selainnya Bank Tertarik.

Jika sesudah periode satu tahun itu habis dan pemilik rekening kembali lakukan penarikan check dan/atau bilyet giro kosong, karena itu ada banyak ancaman yang perlu dijamin, yakni:

 

Proses penerbitan DHN

DHN bisa diedarkan oleh Bank Tertarik yang selanjutnya disepakati oleh Bank Indonesia dengan lewat proses seperti berikut:

Penangguhan DHN

Bank bisa lakukan penangguhan pada identitas pemilik rekening yang masuk DHN (disebutkan dengan rehabilitas DHN) dengan beberapa keadaan seperti berikut:

Itu info komplet berkenaan Daftar Hitam Nasional Bank Indonesia. Tiap tahunnya, Bank Indonesia akan mengupdate daftar itu karena tiap masa DHN cuman berlaku sepanjang satu tahun saja.

 

Demikian artikel mengenai apakah itu daftar hitam nasional, mudah-mudahan berguna untuk Anda semua.

BACA JUGA : Dampak nasabah yang terkena Daftar Hitam Nasional