Dunia Bisnis Online

Sumber : aqiqah malang

Sudah tahukah kamu apa pengertian qurban dan aqiqah? Beberapa orang yang belum paham betul berkenaan kedua ibadah beribadah dalam Islam ini. Ada banyak umat Muslim yang menyamakan di antara qurban dan aqiqah, walau sebenarnya keduanya benar-benar berlainan.

Qurban dan aqiqah memiliki satu kemiripan saja yakni hukum melakukan. Hukum qurban dan aqiqah ialah sunah muakad atau sunnah yang paling dianjurkan . Maka siapa umat islam yang mampu sangat dianjurkan untuk berqurban dan menyembelih aqiqah.

 

Perbedaan Qurban dan Aqiqah

Perbedaan di antara qurban dan aqiqah dapat disaksikan dari beberapa hal terhitung pengertiannya. Berikut ialah hal dasar yang membandingkan di antara qurban dan aqiqah.

 

Dari sisi bahasa dan istilah, qurban dan aqiqah memiliki pemahaman yang lain. Secara bahasa qurban maknanya dekat atau dapat disimpulkan pendekatan diri ke Tuhan. Dan menurut istilah, qurban sebagai beribadah menyembelih hewan qurban dari tanggal 10 sampai 13 Dzulhijjah.

Pengertian aqiqah dari sisi bahasa sangat berbeda dari qurban, aqiqah dari sisi bahasa maknanya memotong. Beberapa ulama mengartikan aqiqah ialah menggunting rambut anak bayi, dan beberapa mengartikan aqiqah ialah memotong hewan.

Secara istilah makna dari aqiqah yakni menyembelih hewan berbentuk kambing dalam jumlah tertentu dengan arah syukuran atau memanjatkan syukur atas kelahiran bayi. Jelas berlainan bukan, di antara pemahaman dari qurban dan aqiqah?

 

Perbedaan Arah Pelaksanaan Qurban dan Aqiqah

Perbedaan yang lain di antara aqiqah dan qurban berada pada arah pelasanaannya. Arah qurban untuk mengingati begitu besarnya pengorbanan Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim untuk memperlihatkan ketakwaannya ke Allah.

Qurban mempunyai tujuan untuk tingkatkan keimanan dan ketakwaan umat islam ke Allah. Di dalam surat Al-Kautsar ayat 2 dijelaskan jika umat islam sebaiknya kerjakan shalat dan berkurban karena Allah . Maka tujuan khusus melakukan qurban ialah memperoleh keridhoan Allah.

 

Berbeda dengan aqiqah, aqiqah memiliki arah sebagai ungkapan rasa syukur karena sudah memiliki seorang anak. Tujuan khusus dari penerapan aqiqah ini untuk bersyukur dengan beragam dengan sama-sama.

Dalil penerapan aqiqah pun tidak tercantum pada alquran, tetapi dalam sebuah hadist. Dalam hadis itu diterangkan jika Rasulullah pernah bersabda untuk menyembelih aqiqah atas anak lelaki untuk membuang keburukannya.

 

Perbedaan Jumlah dan Jenis Hewan yang Disembelih

Perbedaan yang paling menonjol di antara aqiqah dan qurban ialah dalam jumlah dan tipe hewan yang disembelih. Tipe hewan qurban yang disembelih ialah semua tipe hewan ternak seperti unta, sapi, kerbau, dan kambing. Untuk penyembelihan hewan qurban ini memiliki persyaratan yang berbeda.

 

Misalnya saja seekor sapi dapat diatas namakan untuk tujuh orang sekaligus . Maka, kamu dapat berqurban seekor sapi dengan patungan bersama rekan lainnya. Dan untuk kambing berlaku seekor kambing untuk seseorang.

Untuk lakukan qurban kamu harus juga penuhi persyaratan tertentu. Misalkan saja kamu telah memiliki lebih kurang 30 ekor kambing karena itu 1 ekor kambing harus kamu qurbankan.

Berlainan dengan aqiqah, hewan yang disembelih untuk aqiqah ialah kambing atau domba dan sejenisnya. Jumlah hewan yang disembelih berlainan, untuk anak wanita jumlah yang disembelih cuman 1 ekor saja. Dan untuk anak lelaki jumlah kambingnya 2 ekor.

 

Perbedaan Waktu Pelaksanaan Qurban dan Aqiqah

Perbedaan paling akhir di antara qurban dan aqiqah ialah waktu pelaksanaan. Penerapan qurban dilaksanakan tiap hari raya idul adha tepatnya di tanggal 10 Dzulhijjah. Qurban bisa juga dikerjakan di hari tasyrik yakni di tanggal 11 sampai 13 Dzulhijjah.

 

Dan untuk aqiqah dapat dikerjakan kapan pun bila bayi telah masuk umur 7 hari. Pada usia ini bayi akan dipotong rambutnya dan disembelihkan aqiqah. Bukan hanya pas saat 7 hari saja, pemotongan aqiqah bisa juga dilakukan saat anak telah dewasa.