Dunia Bisnis Online

Pentingnya Pendidikan Agama Islam
  1. Pendidikan Agama dalam Cakupan Pendidikan Nasional

Kita sebagai masyarakat Negara Indonesia yang memiliki iman dan bertakwa, patriotic (cinta tana air) jadikan falsafah pancasila sebagai pandangan hidup bernegara dan bermasyarakat. Setuju jika pengajarana gama (terutamanya islam) harus kita sukseskan dalam penerapan kesemua tipe, tingkatan, dan lajurnya. Sama sesuai dan searah dengan inspirasi bangsa seperti sudah digariskan dalam tap-tap MPR, dan undang-undang sudah menguraikan inspirasi itu yang sudah disepakati oleh DPR dan ditetapkan oleh presiden. Hingga jadi dasar yuridis nasional kita mengikat semua masyarakat Negara Indonesia ke satu sistem pendidikan nasional.

Persoalan yang penting kita ulas ialah bagaimanakah cara realisasinya supaya pendidikan agama kita lebih bermanfaat dalam merealisasikan angkatan bangsa yang berkualitas unggul, lahiriah, dan batiniah. Memiliki kemampuan tinggi di kehidupan akliah dan akidah dan memiliki bobot dalam sikap amaliah dan muamalah. Hingga bertahan dalam arus dinamika peralihan sosial budaya pada periode hidupnya. Ketahanan psikis sprtitual dan fisik karena pendidikan agama kita betul-betul berperan efisien untuk kehidupan angkatan bangsa dari waktu kewaktu.

Idealitas itu baru bisa terlakasana secara tepat target bila kita sanggup melakukan taktik dasar yang berwawan jauh bungkusa depan kehidupan bangsa, kehidupan yang hadapi ke perkembangan pengetahuan dan tehnologi hebat yang makin sekularistik arahnya.

Tujuan pendidikan agama islam adalah pendidikan ini otomatis mewajibkan kita untuk mengadakan proses pendidikan nasional yang stabil dan secara integralistik ke arah perolehan arah akhir. Terciptanya manusia Indonesia sepenuhnya yang berkualitas unggul yang tumbuh dan berkembang di atas skema kehidupan yang imbang di antara lahiriah dan batiniah, di antara jasmania dan rohaniah atau di antara kehidupan psikis religius dan fisik material. Dengan bahasa islam, membuat individu kamil yang homeostatic bisa meningkatkan dianya dalam skema kehidupan yang kahasanah fiddunnya dan khasanah fil akhirat terbebas dari siksaan api neraka, secara berbarengan tidak terpisah-pisah di antara ke-2 unsurnya.

Jalan ke arah ketujuan itu, tidak lain ialah lewat proses pendidikan yang fokus ke jalinan tiga arah yakni jalinan anak didik dengan tuhannya, dengan warga dan dengan alam sekelilingnya.

Jalinan dengan tuhannya menginginkan ada konsepsi ketuhanan yang sudah mapan dan dengan cara tepat diuraikan berbentuk etika-etika ubudiyah mahdzab yang awajib ditaati oleh anak didik secara syar’i.

Jalinan dengan penduduknya membutuhkan ada beberapa aturan dan etika-etika yang arahkan proses jalinan antara sesame manusia memiliki sifat lentur dalam komfigurasi bentangan tata nilainya, tetapi mematuhi atau menghancurkan prinsif-prinsif dasarnya yang absolute, dalam makna tidak cultural relativistik. Semua lapangan hidup manusia merupakan tempat di mana jalinan sosial dan inter individual terjadi sejauh hayat, terhitung lapangan hidup iptek.

Jalinan dengan alam sekitaran menurut ada kaida-kaida yang atur dan arahkan aktivitas manusia didik berbekal ipteknya dalam penggalian, pendayagunaan, dan pemrosesan kekayaan yang menyejahterahkan kesadaran pada bahaya arus balik ancaman alam, karena pengurasan mati-matian pada kekayaan alam melewatikapasitas alamiahnya.

  1. Pendidikan Agama Islam Pada Sekolah Umum

Pendidikan secara kulturan secara umum ada dalam cakupan peranan, peranan dan arah yang tidak berlainan. Semua hidup dalam usaha yang bernaksud mengankat dan menegakkan martabat manusia lewat transmisi yang dipunyainya, khususnya berbentuk transfer of knowledge dan transfer of values.

Dalam kerangka ini dengan jelas jadi target capaian pendidikan islam, sebagai sisi dari sistem pendidikan nasional, sekalinya di kehidupan bangsa Indonesia terlihat sekali keberadaannya secara cultural. Tetapi secara kuat dia sudah usaha untuk ambil peranan yang bersaing dalam seting sosiologis bangsa, meskipun tetap tidak sanggup menyamakan pendidikan umumn yang ada dengan otonomi dan support yang bertambah luas, dalam merealisasikan arah pendidikan secara riil.

Sebagai pendidikan yang berlebel agama, karena itu pendidikan islam mempunyai transmisispritual yang lebih riil pada proses pendidikannya disbanding dengan pendidikan umum, sekalinya instansi ini bermuatan sama. Keterangannya berada pada kemauan pendidikan islam untuk meningkatkan keseluruhnya faktor pada diri anak didik secara seimbang, baik faktor cendekiawan, khayalan dan keilmiahan, kulturan dan personalitas. Karena itu pendidikan islam mempunyai beban yang multi paradigm, karena usaha memadankan unsure profane dan imanen, di mana dengan pemaduan ini, akan buka peluang diwujudkannya arah pokok pendidikan islam yakni melahirkan manusia-manusia yang memiliki iman dan memiliki ilmu pengetahuan, yang keduanya sama-sama mendukung.

Di antara ilmu dan pengetahuan dan pendidikan islam tidak bisa dipisah, karena perubahan warga islam, dan tuntutannyadalam membuat manusia sepenuhnya (rohani dan jasmani) benar-benar ditetapkan oleh kualitas dan jumlah ilmu dan pengetahuan yang diolah lewat proses pendidikan. Proses pendidikan bukan hanya mengeruk dan meningkatkan sains, tapi juga, lebih bernilai kembali yakni bisa mendapati konsepsi baru ilmu dan pengetahuan yang utuh, hingga bisa membuat warga islam sesuai kemauan dan keperluan yang dibutuhkan.

  1. Pendidikan Agama Dilembaga Sekolah

Manusia yang memiliki iman dan bertaqwa pada tuhan yang maha esa sebagai karsa sila pertama pancasila, tidak bisa diwujudkan secara mendadak. Manusia memiliki iman dan bertaqwa terciptamelakukan proses kehidupan dan proses pendidikan, terutamanya kehidupan beragama dan pendidikan agama. Proses pendidikan itu berjalan sepanjang umur manusia baik dilingkungan keluarga, di lingkungan sekolah dan dalam masyarakat.

Keimanan dan ketakwaan tidak bisa diwujudkan tampa agama. Cuman agamalah yang bisa membimbing manusia jadi manusia yang bertaqwa pada tuhan yang maha Esa. Ini tertuang secara jelas dalam arah pendidikan nasional, bermakna yang dalam untuk pembangunan manusia Indonesia sepenuhnya.

Manusia taqwa ialah manusia yang dengan maksimal meresapi dan mempraktikkan tuntunan agamanya di kehidupan setiap hari, baik di kehidupan individu atau di kehidupan warga. Membayangkan agama itu dibina dan dibantu sendiri kemungkinan lewat proses pendidikan yang dimainkan oleh pendidikan agama dalam jalinan ini pendidikan agama berperan sebagai usaha membangun kehidupan beragama lewat pendidikan disini letak peranan yang digerakkan pendidikan agama dalam pembangunan manusia Indonesia sepenuhnya dan warga Indonesia semuanya.

Selanjutnya dapatkah diutarakan jika dalam rencana pembangunan manusia sepenuhnya (insane pancasila) dan warga Indonesia semuanya (warga pancasila), karena itu pendidikan agama berperan:

  • Dalam faktor individu untuk membuat manusia yang yakin dan bertaqwa pada tuhan yang maha esa.
  • Mebina warganegara Indonesia jadi masyarakat Negara yang bagus sekalian ummat yang patuh jalankan agamanya.
  1. Keutamaan Pendidikan Agama Islam Untuk Peserta Didik

Seorang bayi yang baru lahir ialah makhluk Allah swt yang tidak memiliki daya dan selalu membutuhkan bantuan agar bisa mengadakan hidupnya di bumi ini.

Maha arif sana Allah swt yang sudah menganugrahkan rasa kasih saying ke semua ibu dan bapak untuk memiara anaknya secara baik tampa menginginkan imbalan.

Manusia lahir tidak ketahui suatu hal apa saja, tapi ia anugrahi oleh Allah swt pancaindra, pemikiran, dan rasa sebagai modal untuk terima ilmu dan pengetahuan, mempunyai ketrampilandan memperoleh sikap tertentu lewat proses kematangan dan belajar lebih dulu. Berkenaan pentingnyabelajar menurut A. R. Shaleh dan Soependi Soeryadinata: anak manusia berkembang dan tumbuh, baik pemikiran, rasa, tekad, sikap dan kelakuannya. Dengan begitu benar-benar pital ada factor belajar.

Jadi pendidikan agama islam ialah usaha manusia pada jalan tuntunan dan pimpinan untuk menolong dan arahkan fitrah agama sang anak didik ke arah terciptanya personalitas khusus sesuai tuntunan agama.

Oleh karenanya permasalahan adab atau budi pekerti sebagai salah satupokok tuntunan islam yang perlu diprioritaskan dalam pendidikan agama islam untuk dimasukkan atau diberikan ke anak didik.

Dengan menyaksikan makna pendidikan islam dan ruang cakupnya itu, jelaslah jika dengan pendidikan islam kita usaha untuk membuat manusia yang berpribadi kuat dan baik (bermoralul karimah) berdasar pada tuntunan agama islam.

Oleh karenanya, pendidikan islam penting karena dengan pendidikan islam, orangtua atau guru usaha dengan sadar pimpin dan mendidik anak ditujukan ke perubahan rohani dan jasmani hingga sanggup membuat personalitas yang khusus yang sesuai tuntunan agama islam.

Pendidikan agama islam sebaiknya dimasukkan semenjak kecil, karena pendidikan pada periode kanak-kanak sebagai dasar yang tentukan untuk pendidikan seterusnya. Seperti menurut opini Zakiyah Drajat jika: “secara umum agama seorang ditetapkan oleh pendidikan, pengalaman dan latihan yang dilewatinya semenjak sejak kecil”.

Oleh karenanya dalam merealisasikan Arah Pendidikan nasional, pendidikan agama islam di sekolah memiliki peran yang penting. Oleh karenanya pendidikan agama islam di Indonesia ditujukan ke kurikulum nasional yang harus dituruti oleh semua anak didik dimulai dari SD s/d perguruan tinggi. Pendidikan nasional mempunyai tujuan untuk mengembangnya kekuatan peserta didik supaya jadi manusia yang memiliki iman dan bertaqwa ke tuhan yang maha esa, berahlak mulia, sehat, memiliki ilmu, mahir, inovatif, berdikari, dan jadi masyarakat Negara yang demokratis dan bertanggungjawab.

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/