Dunia Bisnis Online

Organisme yang biasa disebut hama gudang merupakan golongan serangga dan hewan pengerat yang hidup dan bersarang di gudang. Mereka sering menjadi kasus sebab dapat mengundang kerugian pemilik gudang terebut.

Adanya jenis hama dalam gudang pasti berakibat tidak baik pada produk yang disimpan di dalamnya. Dengan populasi spesifik dapat mengakhibatkan tingkat kerusakan pada produk yang disimpan. Produk menjadi rusak dan tidak layak untuk dikonsumsi.

Disamping dapat menyebabkan kerusakan produk yang disimpan sebagian hama berikut dapat berperan menjadi vektor mekanis pembawa agen penyakit layaknya TBC, disentri, tipus, leptospira, pes, dll.

 

Pencegahan dan Pengendalian Hama Gudang

Untuk melaksanakan pencegahan dan pengendalian hama gudang sebaiknya kita tahu agen apa yang ada dalam gudang tersebut.

Prinsip pengendalian hama terpadu wajib diterapkan yakni meliputi melaksanakan identifikasi hama sasaran, tahu bioekologinya, menentukan cara/strategi pengendalian, menentukan jenis zat kimia yang digunakan (bila terpaksa wajib bersama cara kimiawi) dan evaluasi/kontrol pada program pengendalian yang sudah dilakukan.

Pelaksanaan pengendalian pengendalian hama dalam sebuah perusahaan dapat di melaksanakan sendiri atau melalui jasa pengendali pest (pest control).

Begitu pula peletakkan peralatan dan bahan yang digunakan untuk pengendalian wajib di tempatkan dalam tempat tersendiri agar tidak mencemari produk yang disimpan. Pemilihan metode pengendalian hama gudang penyimpanan makanan wajib tepat, tidak sama bersama gudang pada umumnya.

Metode pengendalian-nya pun aman baik pada manusia, produk yang disimpan dan lingkungan. Beberapa kiat pengendalian hama gudang diantaranya bersama cara fisik, kimia, dan biologi :

 

a. Pengendalian secara fisik; pengendalian hama bersama gunakan alat manual, perangkap, listrik, radiasi, gelombang elektromagmentik dll.

Metode ini dapat digunakan pada pengendalian tikus, kecoa, lalat, nyamuk, dll. Pengendalian ini banyak diterapkan pada gudang penyimpanan produk peternakan layaknya bersama menempatkan perangkap elektrik dan pemasangan tirai udara pada pintu-pintu masuk/ventilasi yang strategis bagi hama. Pengendalian serangga bersama perekat untuk menahan lalat dan semut dapat dilakukan.

 

b. Pengendalian kimia; pengendalian bersama gunakan bahan kimia tertentu. Dalam hal ini sudah pasti bersama perlakuan spesifik dan bahan yang digunakan dipilih yang aman. Sebagai semisal pengendalian bersama cara fumigasi gunakan CO2. Caranya gudang yang diberi lapisan kedap udara secara keseluruhan dan dipastikan tidak bocor.

Gas CO2 di hembuskan pada ruangan berikut dalam pas tertentu. Gas ini tidak beracun bagi produk namun dapat mematikan makluk yang ada didalamnya dalam jangka pas tertentu. Untuk pengendalian hama tikus sebagian produk bahan kimia menjadi sudah dibuat, namun hati-hati dalam penggunaannya khususnya disekitar lokasi gudang agar tidak mencemari produk. Akan lebih bijak pengendalian hama tikus disekitar gudang gunakan cara fisik layaknya perangkap.

 

 

c. Pengendalian biologi; pengendalian ini dianggap paling ramah lingkungan dan dapat menjaga keseimbangan ekosistem alam. Pengendalian biologi hama tikus andaikata bersama memperbanyak predator pemakan tikus berupa burung hantu dan ular.

Hal ini pernah dijalankan di persawahan padi agar ekosistem rantai makanan di habitat berikut dapat terjadi dalam keseimbangan.

Tikus tidak ulang menyerang lumbung-lumbung padi yang merupakan gudang penyimpanan produk oleh petani. Pengendalian biologis pada serangga termasuk dapat dijalankan bersama menyebabkan strain serangga jantan mandul (sterile male insect). Hal ini dapat mengurangi/menekan populasi serangga hama pada ambang batas spesifik layaknya lalat.